Selasa, 22 Desember 2015

Psikologi Gestalt

Kata Gestalt berasal dari bahasa Jerman, yang dalam bahasa Inggris berarti form, shape, configuration, yang dalam bahasa Indonesia berarti  bentuk  atau  konfigurasi.
 Sedangkan pengertian Psikologi Gestalt menurut kamus lengkap psikologi J.P Chaplin yaitu suatu aliran dalam bidang psikologi yang mengungkapkan bahwa pokok persoalan yang sejati bagi psikologi adalah tingkah laku manusia dan pengalaman.
Aliran Psikologi gestalt dikemukakan oleh Max Wertheimer, Kurt Koffka, dan wolfgang Kohler. Mereka membuat kesimpulan  bahwa fenomena perseptual dipelajari secara langsung dan secara bulat, tidak dibagi-bagi atau dianalisis secara lanjut. Apabila fenomena ini dibagi-bagi menjadi elemen-elemen maka akan kehilangan maknanya. Aliran Gestalt menentang teori-teori psikologi yang berlaku di Jerman sebelumnya, terutama teori strukturalisme dari Wilhelm Wundt. Teori Wundt yang khususnya mempelajari proses penginderaan dianggap terlalu elemenistik (terlalu mengutamakan elemen atau detail). Padahal, persepsi manusia terjadi secara menyeluruh, sekaligus terorganisasikan, tidak secara parsial atau terpotong-potong.
 Eksperimen Gestalt yang pertama adalah pengalaman Wertheimer ketika dia berada di stasiun kereta api tentang pengamatan gerak. Kalau beberapa lampu diletakkan berderet dan dinyalakan berganti-ganti dengan cepat, maka kita tidak akan melihat lampu itu menyala berganti-gantian, melainkan kita akan melihat sebuah sinar yang bergerak. Artinya walaupun secara objektif sinar itu tidak bergerak tetapi sinar tersebut dipersepsi sebagai sinar yang bergerak. Gejala ini di sebut “phi phenomena” yang sering kita lihat pada lampu-lampu hias. Dengan demikian dalam persepsi itu ada peran aktif dalam diri orang yang mempersepsi. ini berarti pada waktu mempersepsi sesuatu individu tidak hanya tergantung pada stimulusnya saja tetapi juga pada pemahaman individu yang menentukan hasil persepsinya. Menurut psikologi Gestalt, manusia tidak memberikan respon pada stimuli secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan setiap stimuli. Sebelum memberikan respons, manusia menangkap dulu “pola” stimuli secara keseluruhan dalam satuan-satuan yang bermakna pola inilah yang disebut Gestalt.
Eksperimen lainnya adalah eksperimen yang dilakukan oleh Wolfgang Kohler yang dalam hal ini berkaitan dengan problem solving. Kohler menggunakan simpanse sebagai hewan percobaannya. Menurut Kohler apabila organisme dihadapkan pada suatu masalah maka akan terjadi ketidak-seimbangan kognitif. Kondisi seperti ini akan berlangsung sampai masalah tersebut terpecahkan. Karena itu menurut  psikologi Gestalt apabila terdapat ketidak-seimbangan kognitif, maka kondisi tersebut mendorong organisme mencapai keseimbangan. Dalam percobaannya Kohler menarik kesimpulan bahwa organisme memperoleh pemecahan masalahnya  dengan pemahaman atau insight.
Kurt Koffka adalah tokoh psikologi Gestalt yang banyak menulis tentang paham-paham dan definisi-definisi dari aliran ini. Koffka rajin merekam dan mencatat berbagai hasil eksperimen mereka dan tulisan-tulisannya itu dijadikan dasar oleh rekan-rekannya untuk mengadakan penelitian selanjutnya. Ia juga menjadi editor majalah psikologi Gestalt yang bernama Psychologische Forschung, yang mula-mula terbit di Jerman namun karena larangan Hitler majalah ini diteruskan di Amerika Serikat.

  Contoh dalam kehidupan sehari-hari
1. Ketika kita bermain piano, jika kita hanya memainkan  satu tuts piano saja itu tidak akan memberikan makna apa-apa dan kita juga tidak mendengarkan suatu lagu yang sempurna, tetapi jika piano dimainkan dengan  lebih dari satu tuts secara bergantian maka kita tahu lagu apa yang kita mainkan. Kita mengetahui lagu apa itu dari pemahaman kita tentang lagu dan kita dapat memainkan piano tersebut dari pemahaman kita dalam memainkan piano. Pemahaman itu kita peroleh dari proses pembelajaran.
2. Dalam proses belajar, siswa bukan hanya diajari suatu mata pelajaran tetapi siswa perlu diberi motivasi, tujuan belajar, dan hubungan satu mata pelajaran terhadap mata pelajaran lainnya. Misalnya hubungan pelajaran matematika dengan pelajaran fisika. Selain itu kondisi fisik dan mental serta lingkungan belajar juga perlu di perhatikan. Misalnya tidak mungkin siswa SD sudah diberi pelajaran oleh sekolah seperti siswa SMP. Karena hal itu akan membebani siswa yang secara fisik dan mental belum siap.

 Kesimpulan
            Psikologi Gestalt adalah sebuah aliran dalam psikologi yang mengungangkapkan bahwa proses persepsi  (proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapat stimulus melalui penginderaan) dipelajari secara langsung oleh individu dan secara bulat artinya baik individu, stimulus, proses penginderaan dan lingkungan adalah kesatuan dan dipelajari secara keseleruhan dengan pemahaman serta tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian tertentu.




sumber:
Heru Basuki, A.M. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Gunadarma
 Sobur, Alex. 2013. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia
 Chaplin, J.P. 2002. Kamus Lengkap Psikologi Umum (terj. Kartono, kartini). Jakarta: Raja Grapindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar