Senin, 18 April 2016

Info Tentang Bioteknologi Di Bidang Pertanian Terkait Dengan Pembiakan Aseksual dan Seksual

Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah disisipi atau memiliki gen asing dari spesiesi tanaman yang berbeda atau makhluk hidup lainnya.saya ambil salah satu contoh yang sama ambil adalah Jagung.



JANGUNG
        Jagung dibudidayakan secara komersial di lebih dari 100 negara dengan produksi sekitar 705 juta metrik ton. Pada tahun 2004 produsen jagung terbesar di dunia berturut-turut adalah Amerika Serikat, Cina, Brasil, Meksiko, Perancis, dan India (Agbios GM Data Base 2007). Pada umumnya jagung dibudidayakan untuk digunakan sebagai pangan, pakan, bahan baku industri farmasi, makanan ringan, susu jagung, minyak jagung, dan sebagainya. Di negara maju, jagung banyak digunakan untuk pati sebagai bahan pemanis, sirop, dan produk fermentasi, termasuk alkohol. Di Amerika, jagung banyak digunakan untuk bahan baku pakan (Agbios GM Data Base 2007).

Di Indonesia jagung merupakan bahan pangan kedua setelah padi. Selain itu, jagung juga digunakan sebagai bahan baku industri pakan dan industri lainnya. Hal ini mengakibatkan kebutuhan jagung di dalam negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan jagung harus dilakukan impor, terutama dari Amerika. Diperkirakan kebutuhan jagung dalam negeri sampai tahun 2010 akan terus meningkat sehubungan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Oleh karena itu, produksi jagung dalam negeri perlu ditingkatkan sehingga volume impor dapat dikurangi dan bahkan ditiadakan. Ketergantungan akan jagung impor berdampak buruk terhadap keberlanjutan penyediaan jagung di dalam negeri mengingat komoditas ini di negara produsen utama telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk bahan baku bioenergi. Di Amerika Serikat, misalnya, telah dicanangkan penggunaan jagung sebagai sumber bioenergi. Pada saatnya nanti akan terjadi persaingan penggunaan jagung untuk pangan, pakan, bahan baku industri, dan bioenergi. Apabila kebutuhan jagung nasional masih bergantung pada impor dikhawatirkan akan mematikan industri pangan dan pakan berbasis jagung karena berkurangnya pasokan bahan baku. Hal ini mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha peternakan.

A. Jenis Jagung Transgenik yang Dikembangkan di Indonesia
Upaya peningkatan produksi jagung dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain melalui perbaikan genetik tanaman. Perbaikan genetic jagung bertujuan untuk mengatasi kendala pertumbuhan tanaman, terutama cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Perbaikan genetik jagung dapat dilakukan secara konvensional maupun melalui rekayasa genetik (genetic engeenering). Dengan berkembangnya bioteknologi, perbaikan genetik jagung melalui rekayasa genetik akan menjadi andalan dalam pemecahan masalah perjagungan di masa mendatang. Seperti diketahui, pemuliaan secara konvensional mempunyai keterbatasan dalam mendapatkan sifat unggul dari tanaman. Dalam rekayasa genetic jagung, sifat unggul tidak hanya didapatkan dari tanaman jagung itu sendiri, tetapi juga dari spesies lain sehingga dapat dihasilkan tanaman transgenik. Jagung Bt merupakan tanaman transgenik yang mempunyai ketahanan terhadap hama, di mana sifat ketahanan tersebut diperoleh dari bakteri Bacillus thuringiensis (Herman 1997). Tulisan ini membahas aspek yang berkaitan dengan perakitan jagung transgenik dan prospek pengembangannya.

Jagung Bt
Salah satu hambatan yang paling besar dalam upaya peningkatan produksi jagung adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti hama dan penyakit tanaman. Serangan OPT pada tanaman jagung selain menurukan produksi juga mengurangi pendapatan petani dan adanya residu pestisida dalam jumlah besar yang menyebabkan polusi lingkungan. European corn borer (ECB), Ostrinia nubilalis, merupakan hama jagung di Amerika dan Kanada yang dapat merugikan 1 milyar dolar Amerika per tahun. Hama ECB dapat dieliminasi oleh pestisida kimia, tetapi hanya dapat diaplikasi pada areal yang terbatas (kurang dari 20%), karena aplikasi pestisida sulit dilakukan dan diperlukan aplikasi lain dalam mengontrol ECB. Tersedianya bioaktif dari kristal protein yang dikode oleh gen Bt, memungkinkan modifikasi genetik tanaman jagung yang disisipi dengan gen Bt untuk menghasilkan jagung transgenik Bt (Bt corn). Bt protein yang dihasilkan oleh gen Bt dapat meracuni hama yang menyerang tanaman jagung. Setelah dimakan oleh corn borer, Bt protein dipecah oleh suatu enzim pemecah dalam pencernaan yang bersifat alkalin dari larva serangga dan menghasilkan protein pendek yang mengikat dinding pencernaan. Pengikatan dapat menyebabkan kerusakan membran sel sehingga larva berhenti beraktivitas (Syngenta Seeds Communication 2003). Gen Bt disolasi dari bakteri tanah Bacillus thuringiensis yang telah digunakan petani di negara maju sebagai pestisida hayati sejak puluhan tahun yang lalu (Herman 2002). B. thuringiensis menghasilkan protein Kristal Bt, atau Crystal protein (Cry) yang merupakan protein endotoksin yang bersifat racun bagi serangga (insektisidal) (Held et al. 1982, Macintosh et al. 1990). Namun protein endotoksin yang dihasilkan oleh B. thuringiensis tidak melakukan pengikatan pada permukaan pencernaan sel mamalia, karena itu hewan ternak dan manusia tidak tahan terhadap protein tersebut (Agbios GM Data Base 2007). Terdapat delapan kelompok gen Bt berdasarkan sifat virulensinya (Herman 2002), tetapi yang sudah banyak ditransformasikan ke dalam tanaman jagung adalah yang menghasilkan jenis Bt endotoksin dari gen Cry1Ab. Protein Cry dari gen ini hanya menghasilkan satu jenis yang mengikat pada lokasi spesifik dari serangga target (Agbios GM Data Base 2007). Produksi jagung Bt pada saat ini didominasi oleh Amerika, di mana arealpertanamannya pada tahun 2000 telah mencapai 92% dari total areal pertanaman jagung. Keuntungan diperoleh dari pertanaman jagung Bt di Amerika mencapai 141 juta dolar (59%) dari total keuntungan sebesar 240 juta dolar Amerika (Herman 2002).

B. Cara Pembuatan Jagung Transgenik
Kendala pemanfaatan sumber genetik dalam pemuliaan konvensional dapat diatasi melalui rekayasa genetik yang bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai daya hasil tinggi dan tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik. Penggunaan teknologi rekayasa genetik pada tanaman jagung berkembang pesat setelah pertama kali Gordonn-Kamm et al. (1990) berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik yang fertil. Hal ini merupakan terobosan dalam pengembangan dan pemanfaatan plasma nutfah dalam penelitian di bidang biologi tanaman jagung. Teknologi rekayasa genetik merupakan teknologi transfer gen dari satu spesies ke spesies lain, di mana gen interes berupa suatu fragmen DNA (donor gen) ditransformasikan ke dalam sel atau tanaman inang (akspetor gen) untuk menghasilkan tanaman transgenik yang mempunyai sifat baru. Terdapat dua metode dalam pemanfaatan teknologi transfer gen, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Metode transfer gen secara langsung diantaranya adalah:
a. Elektroforasi (electroporation)
Metode ini menggunakan protoplas sebagai inang. Dengan bantuan polyetilen glikol (PEG), DNA interes terpresipitasi dengan mudah dan kontak dengan protoplas. Setelah dilakukan elektroforasi dengan voltase yang tinggi permeabilitas protoplas menjadi lebih tinggi, sehingga DNA melakukan penetrasi ke dalam protoplas. Metode elektroforasi telah diaplikasikan pada protoplas jagung (Fromm et al. 1985) dan berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik (Rhodes et al. 1988) tetapi tidak fertil.

b. Penembakan partikel (Particle bombardment)
Yaitu teknologi yang menggunakan metode penembakan partikel atau gen gun. DNA yang melapisi partikel ditembakkan secara langsung ke dalam sel atau jaringan tanaman (Klein et al.1988). Partikel yang mengandung DNA tersebut menembus dinding sel dan membran, kemudian DNA berdifusi dan menyebar di dalam sel secara independen. Metode transformasi dengan penembakan partikel pertama kali diaplikasikan pada jagung oleh Gordon-Kamm et al. (1990) dan berhasil mendapatkan jagung transgenik yang fertil.

c. Karbid silikon (silicon carbide)
Yaitu teknologi transfer gen di mana suspensi sel tanaman inang dicampur dengan serat karbid silikon yang mengandung DNA plasmid dari gen interes, kemudian dimasukkan ke dalam tabung mikro dan dilakukan pemutaran dengan vortex. Serat silikon karbida berfungsi sebagai jarum injeksi mikro (micro injection) untuk memudahkan perpindahan DNA ke dalam sel tanaman. Metode ini telah digunakan dan menghasilkan tanaman jagung transgenik yang fertil (Kaeppler et al. 1990) Transfer gen secara tidak langsung, yaitu transfer gen yang dilakukan melalui bantuan bakteri Agrobacterium (tidak langsung ditransfer ke sel atau tanaman). Gen yang berupa fragmen DNA disisipkan pada plasmid Ti (tumor inducing) dari bakteri Agrobacterium. Melalui bekteri tersebut Ti yang mengandung fragmen DNA diinfeksi ke dalam inti sel dan berintegrasi dalam genom tanaman. Metode ini menghasilkan jagung transgenik yang fertil dan efisien (Ishida et al. 1996, Hamilton et al. 1996, Zhao et al. 1998). Rekayasa genetik melalui transformasi Agrobacterium tumefaciens (A. tumefaciens) telah banyak dilakukan pada tanaman monokotiledon, seperti padi dan jagung, sehingga digunakan sebagai teknologi standar (rutin) untuk melakukan modifikasi genetik terhadap spesies yang beragam (Komari and Kubo 1999, Ishida et al. 1996). Keunggulan penggunaan transformasi melalui A. tumefaciens adalah:
a. Mempunyai frekuensi transformasi yang tinggi
b. Dapat terintegrasinya gen asing ke dalam genom inang
c. Mempunyai jumlah copy number yang rendah, sehingga memudahkan untuk
membedakan sifat ekspresi tanaman transgenik itu sendiri.
Studi tentang infeksi A. tumefaciens pada tanaman jagung pertama kali dilaporkan oleh Grimsley et al. (1988) dan Gould et al.(1991). Peneliti yang melaporkan pertama kali bahwa transfromasi melalui A. tumefaciens dapat diterapkan pada spesies serealia adalah Chan et al.(1992) dan Hiei et al. (1994), dengan menggunakan embrio muda sebagai eksplan. Ishida et al. (1996) telah berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik yang fertil. Tanaman jagung yang digunakan sebagai eksplan adalah genotipe A188 dan hasil persilangan A188 dengan genotipe lainnya. Dengan tingkat frekuensi yang tinggi, yaitu antara 5% dan 30%, hampir semua tanaman jagung transgenik yang didapatkan mempunyai morfologi yang normal dan lebih dari 70% merupakan tanaman fertil. Setelah dilakukan analisis secara molekuler dan genetik, turunan dari tanaman jagung transgenik mempunyai stabilitas dalam integrasi dan ekspresi. Copy number dari gen tertransfer yang terintegrasi adalah satu dan dua kopi, hanya sedikit yang mengalami rearrangement. Lima jenis A. tumefaciens yang telah dikarakterisasi dengan latar belakang kromosom yang berbeda dan kandungan plasmid Ti-nya dapat digunakan karena membawa vektor dengan konstruksi kimerik sistem biner yang diatur oleh promoter CaMV35S. Kelima strain tersebut adalah C58c1, Agt121, EHA101, EHA105, HA105 and LBA4404 (Chan et al. 1992, Smith and Hood 1995, Hiei et al. 1994). Protokol yang dapat dilakukan untuk pengulangan transformasi jagung melalui A. tumefaciens adalah menggunakan super vektor biner, di mana A. tumefaciens dapat membawa ekstra kopi bagi virB, virC, dan virG (Komari 1990) untuk menginfeksi embrio muda, baik dari inbred line (Ishida et al. 1996, Negroto et al. 2000) maupun hybdrid line (Zhao et al. 1998). Penggunaan vektor biner yang standar juga dapat menghasilkan transformasi yang stabil, walaupun mempunyai frekuensi transformasi yang rendah (Gould et al. 1991). Frame et al. (2002) telah berhasil mendapatkan metode transformasi jagung yang stabil dengan frekuensi transformasi yang tinggi, yaitu 5,5%, di mana untuk meningkatkan efisiensi tersebut digunakan penambahan L-Cys pada medium kokultivasi. Keberhasilan metode transformasi melalui A. tumefaciens memberikan peluang bagi perbaikan genetik tanaman jagung dengan efisiensi yang tinggi. Efisiensi transformasi yang tinggi diperlukan untuk dapat menghasilkan tanaman transgenik yang mempunyai ekpresi yang kuat dari sifat gen yang diinginkan.

Permasalahan
Namun,ada pula permasalahan di balik transgenik ini  Sebagian besar rekayasa atau modifikasi sifat tanaman dilakukan untuk mengatasi kebutuhan pangan penduduk dunia yang semakin meningkat dan juga permasalahan kekurangan gizi manusia sehingga pembuatan tanaman transgenik juga menjadi bagian dari pemuliaan tanaman. Hadirnya tanaman transgenik menimbulkan kontroversi masyarakat dunia karena sebagian masyarakat khawatir apabila tanaman tersebut akan mengganggu keseimbangan lingkungan (ekologi), membahayakan kesehatan manusia, dan memengaruhi perekonomian global.



Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_transgenik#Contoh-contoh
ersaauli24.blogspot.co.id

NASA Deteksi 72 Objek Baru Dekat Bumi

  


Untuk melindungi manusia dari asteroid dan komet yang dapat menghancurkan Bumi, para peneliti harus terlebih dahulu mengetahui di mana benda-benda tersebut berada di Tata Surya kita.

Hal itulah tengah dilakukan NASA dengan pesawat ruang angkasa Near-Earth Object Wide-Field Survey Explorer (NEOWISE). Sekarang, usai dua tahun melakukan studi, kita akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengintip apa yang telah ditemukan oleh NEOWISE.

Menurut NASA, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (8/4/2016), NEOWISE telah menandai 439 objek dekat Bumi (Near-Earth Object, NEO). Istilah NEO ini mencakup asteroid dan komet yang (relatif) dekat dengan Bumi. Dari 439 NEO tersebut, 72 di antaranya belum dikenal secara saintifik.
NEOWISE awalnya disebut Wide-Field Infrared Survey Explorer (WISE), yang diluncurkan kembali pada 2009 lalu untuk menggambarkan langit dengan menggunakan kamera inframerah sensitif.

Lalu pada 2011 NASA menonaktifkan WISE dengan selesainya misi WISE. Tetapi NASA kembali mengaktifkan WISE dan menamainya menjadi NEOWISE pada Desember 2013 untuk membantu para astronom menemukan dan melacak NEO.
Selama tahun lalu, NEOWISE telah mengumpulkan lebih dari 5,1 juta gambar inframerah dan mengukur lebih dari 19.000 asteroid. Setelah analisis mendalam, NASA mengerucutkan jumlah tersebut menjadi 439. Sebanyak delapan di antaranya diklasifikasikan sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya (Potentially Hazardous Asteroid, PHA).

"Dengan mempelajari penyabaran materi berwarna lebih terang dan lebih gelap, data NEOWISE memberi kita pemahaman lebih baik tentang asal-usul NEO, yang berasal dari salah satu bagian berbeda dari sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter atau populasi komet dingin," kata James Bauer, perwakilan peneliti misi ini.


Sumber:
www.liputan6.com


 

Selasa, 12 April 2016

Tumbuhan Putri Malu






            Putri malu adalah sejenis tumbuhan rumput yang dapat dijumpai dimana saja. Dinamakan putri malu karena jika daunnya dipegang maka daunnya itu akan mengatup jadi istilahnya “malu jika dipegang”. Daunnya yang layu hanya bersifat sementara, setelah beberapa menit daunnya akan terbuka kembali.
            Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri dimana terdapat duri pada batang, batangnya juga berbulu, daunnya kecil-kecil termasuk daun majemuk, termasuk suku polong-polongan, bunganya berbentuk bongkol. Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5-26 pasang. Helaian anak daun bebrbentuk memanjang, ujung meruncing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada prmukaan atas dan bawah daun teras licin, panjang 6-16 mm, lebar 1-3 mm. Daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umunya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.
            Akar putri malu mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika dicabut langsung terangkat seluruh akar-akarnya. Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabutinya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akar-akarnya tercabut.
            Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidk mempunyai mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan tetapi kelopak bunga putri malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti berselaput putih. Tabung mahkotanya juga berukura sangat kecil, bertajuk empat seperti selaput putih.
            Buah putri malu berbentuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil dibandingkan dengan bua-buah tumbuhan lainnya.
            Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran sangat kecil dan bulat, berbentuk pipih. Putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup (angiospermae) dan berkembangbiak dengan biji.

Klasifikasi Putri Malu
Kingdom                     : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom                : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi                : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi                           : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas                           : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub kelas                     : Rosidae
Ordo                            : Fabales
Famili                          : Fabaceae
Genus                          : Mimosa
Spesies                        : Mimosa Pudica

Gerak Tumbuhan
            Keunikan dari tanaman ini adalah bila daunnya disetuh, ditiup, atau dipanaskan akan segera “menutup”. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yag tidak ikut tersentuh.
            Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan tigmonasti. Sebagai contoh gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli dari mana arah datangnya sentuhan.
            Tanaman ini juga mengunup saat mtahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tesebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

Sumber:
www.petanihebat.com
www.ilmupengetahuanalam.com

Harimau Sumatera










Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) adalah subspesies terkecil harimau di dunia dengan panjang tumbuh hanya sampai 2,5 meter. Ukuran Harimau sumatera yang kecil membuatnya mampu bergerak dengan mudah di hutan sumatera yang lebat. Harimau sumatera saat ini merupakan spesies harimau yang terancam punah dengan hanya sekitar 500 ekor diduga berada di alam liar.

Harimau Sumatera adalah hewan asli yang hanya ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Harimau Sumatera dapat ditemukan di berbagai habitat dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, dari hutan di pegunungan sampai hutan rawa gambut.

Harimau Sumatera adalah predator dominan pemakan daging (karnivora). Mereka berburu mangsanya dengan cara menguntit diam-diam sampai harimau sumatera memiliki kesempatan untuk menangkapnya mangsanya ketika lengah. Harimau sumatera berburu hewan mamalia besar seperti rusa, babi hutan, sapi dan kambing.

Dengan ukuran dan kekuatan harimau sumatera yang sangat efektif dalam berburu mangsanya, mereka tidak memiliki predator alami di lingkungan aslinya.


Harimau merupakan jenis yang pandai berenang di dalam air. Hal ini turut didukung oleh selaput yang terdapat di sela-sela jari kakinya. Bahkan, penduduk kadang menjuluki mereka dengan istilah “kucing air”. Mereka juga mampu memanjat pohon demi mengejar mangsanya. Tidak hanya itu, Harimau Sumatera  juga dapat menyesuaikan diri dengan segala kondisi, baik itu di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Harimau Sumatera termasuk dalam kategori hewan soliter yang mengejar mangsanya pada malam hari. Sebelumnya, target buruannya itu diintai terlebih dahulu sebelum menerkam dan menyantapnya. Hewan seperti babi, kijang, rusa, unggas, ikan, dan orang utan adalah sederet jenis hewan yang menjadi target buruan Harimau Sumatera. 

Identitas Harimau Sumatera secara fisik dapat Anda kenali dari warna dan bentuk tubuhnya. Selain berwarna lebih gelap dengan pola hitam yang dominan dibandingkan harimau lainnya, Panthera tigris sumatrae memiliki tekstur belang yang tipis. Janggutnya ditumbuhi banyak rambut. Harimau Sumatera betina memiliki bobot sekitar 200 pound atau setara dengan 91 kg dengan panjang 78 inci atau 198 cm, sementara Harimau Sumatera jantan lebih berat dengan bobot 300 pound atau 140kg dengan ukuran rata-rata 92 inci atau 250 cm dari kepala ke bagian kaki. Uniknya, bulu kawanan betina akan berubah menjadi hijau gelap kala melahirkan. Keunggulan lainnya adalah fauna buas ini mempunyai mata dan telinga yang sangat tajam. Ini sangat berperan dalam membantu kehidupan mereka yang berkembang di alam hutan liar.
Harimau Sumatera tidak membutuhkan waktu khusus untuk masa reproduksi. Demi melahirkan generasi baru, Harimau Sumatera betina memerlukan waktu selama 103 hari dan biasanya melahirkan 2 atau 3 ekor anak. Indera penglihatan anak harimau berfungsi pada hari ke sepuluh setelah hari kelahirannya. Selama 8 minggu pertama harimau-harimau junior tersebut hanya meminum air susu induknya dan baru akan mengkonsumsi makanan padat. Menginjak usia 18 bulan, mereka sudah berani berburu tanpa didampingi induknya. Harimau Sumatera dapat bertahan hidup dalam kurun 15 hingga 20 tahun.

Senada dengan kondisi hewan endemik pada umumnya, populasi Harimau Sumatera kian menurun. Perburuan, pembebasan lahan hutan, dan aktivitas ekonomi lainnya mengganggu keseimbangan habitat mereka. Penangkapan babi dan rusa yang kerap dilakukan masyarakat juga merusak sistem rantai makanan para hewan di dalam hutan. Apalagi, dalam satu tahun setidaknya Harimau Sumatera membutuhkan 50 ekor babi sebagai makanannya. Berkurangnya jumlah hewan yang menjadi target mangsanya, tentu sangat mempengaruhi kelangsungan hidup mereka. Banyaknya peminat barang-barang yang terbuat dari kulit Harimau asli pun menjadi salah satu ancaman yang sulit dihindari sekalipun telah diatur dalam UU pasal 21 nomor 5 tahun 1990 poin (d) yang berbunyi “setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia”. Bagi yang melanggar hukum ini dijatuhi sanksi pidana maksimal 5 tahun kurungan dan maksimum denda sebesar Rp. 100 juta. Sayangnya, hingga kini ketegasan hukum yang telah disahkan ini tetap tidak mampu menghentikan perburuan terhadap Harimau Sumatera di Pulau Sumatera.


Sumber:
www.florafauna.web.id
www.gosumtra.com